Minggu, 27 April 2025

TARGET PENGGUNA

Peran/Tugas dalam Platform ETBcare+

1. Pasien TB

  • Registrasi dan Pemantauan: Pasien mendaftar, mengisi data diri, riwayat penyakit, dan mengupdate kondisi kesehatannya secara berkala.
  • Akses Informasi: Mendapat edukasi tentang TB, pengobatan yang benar, efek samping obat, dan pentingnya kepatuhan terapi.
  •  Reminder: Menerima pengingat minum obat, jadwal kontrol, dan cek sputum.
  • Pelaporan Gejala: Melaporkan jika ada keluhan baru atau efek samping obat, supaya cepat tertangani.

2. Tenaga Kesehatan (Dokter, Perawat, Apoteker)

  • Dokter melakukan diagnosis, membuat rencana pengobatan, dan memantau perkembangan pasien dan memberikan konsultasi online jika diperlukan
  • Perawat melakukan monitoring harian/mingguan kondisi pasien, memberikan edukasi kesehatan dan mendukung kepatuhan pasien dalam    berobat, menilai kebutuhan rujukan atau perawatan tambahan.
  • Apoteker memberikan informasi penggunaan obat, efek samping, dan  memastikan ketersediaan obat TB dan membantu edukasi tentang          pentingnya menyelesaikan terapi obat.         

3. Keluarga pasien

  •  Pendukung Pengobatan: Membantu mengingatkan pasien untuk minum obat tepat waktu dan hadir dalam kontrol.
  • Pelapor Perubahan: Bisa melaporkan jika kondisi pasien memburuk atau ada gejala tidak biasa.
  • Edukasi dan Pencegahan: Mempelajari tentang TB untuk mendukung pasien dan mencegah penularan dalam rumah tangga.

4. Petugas surveilans

  • Pemantauan Kasus: Memantau data pasien yang terdiagnosis, dalam pengobatan, atau putus obat
  • Pelaporan dan Analisis: Membuat laporan rutin tentang jumlah kasus, tingkat kesembuhan, dan kendala di lapangan.
  • Tindak Lanjut: Mengatur tracing kontak (mencari orang yang mungkin tertular) dan membantu dalam kegiatan penyuluhan di komunitas
  • Pengawasan Kualitas Layanan: Memastikan bahwa prosedur pengobatan TB sesuai standar nasional



TELEKONSULTASI

Telekonsultasi TB adalah konsultasi kesehatan secara daring yang difokuskan pada penyakit Tuberkulosis (TB). Ini memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan tenaga medis tentang TB, gejala, pengobatan, dan komplikasi dari jarak jauh. Manfaat Telekonsultasi TB: Kemudahan dan Akses: Telekonsultasi memberikan akses mudah bagi pasien yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas. Pengumpulan Informasi: Telekonsultasi memungkinkan tenaga medis untuk mengumpulkan informasi penting tentang riwayat medis pasien, pengobatan TB sebelumnya, paparan TB, dan faktor risiko resistensi obat. Pengawasan Pengobatan: Telekonsultasi dapat digunakan untuk memantau kemajuan pengobatan TB, memastikan pasien patuh dengan pengobatan, dan mendeteksi dini gejala-gejala yang mungkin muncul. Pengurangan Beban di Fasilitas Kesehatan: Telekonsultasi dapat membantu mengurangi beban di fasilitas kesehatan dengan mengurangi jumlah pasien yang perlu datang langsung untuk konsultasi awal atau tindak lanjut. Pencegahan dan Edukasi: Telekonsultasi dapat digunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan TB, pentingnya deteksi dini, dan bagaimana cara mengobati TB.

FITUR DARURAT

Fitur darurat adalah bagian penting dalam aplikasi layanan kesehatan digital untuk memberikan respon cepat terhadap situasi kritis yang mengancam keselamatan pengguna. Fitur ini dirancang untuk mengurangi risiko keterlambatan pertolongan medis dan meningkatkan rasa aman pengguna saat menggunakan layanan berbasis teknologi. Dalam konteks ETBCare, fitur darurat mencakup: 

1.      Tombol “Minta Bantuan Cepat”

Tombol ini memungkinkan pengguna segera meminta bantuan jika terjadi reaksi obat berat atau kondisi medis gawat lainnya. Dengan sekali tekan, sistem akan mengirimkan sinyal darurat kepada pihak berwenang atau fasilitas kesehatan yang terdekat. 

2.      Informasi Lokasi Fasilitas Kesehatan Terdekat

Aplikasi akan secara otomatis mendeteksi lokasi pengguna dan menampilkan rumah sakit atau klinik terdekat. Hal ini mempercepat pengguna dalam mengambil tindakan lanjut, seperti menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

TUJUAN UTAMA PENGGUNA

TUJUAN UTAMA PENGGUNA ETBCCARE

v Meningkatkan kualitas layanan TB 

v Mempermudah komunikasi pasien dengan tenaga kesehatan

v Meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB


STRATEGI IMPLEMENTASI

STRATEGI IMPLEMENTASI

a. Uji coba unit ETBCare selama 3 bulan
b. Tenaga kesehatan dan edukasi pasien
c. Evaluasi kepuasaan pengguna 
d. Pengembangan lanjutan berdasarkan feedback

MONITORING EFEK SAMPING PENGOBATAN TBC

Efek Samping Obat TBC :

  1. Air seni/ kencing berwarna kemerahan

Ini merupakan efek yang tergolong wajar, Sobat. Jadi jangan panik ya jika Sobat sebagai PMO (Pengawas Menelan Obat) mengetahui pasien yang Sobat rawat mengalami hal seperti ini.

  1. Nafsu makan menurun karena mual/ sakit perut

Ini juga merupakan efek yang tergolong wajar ya Sobat. Sarankan pasien untuk tetap mengkonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) malam sebelum tidur/ setelah memakan kudapan (makanan kecil sesaat sebelumnya)/ pada jadwal minum obat biasanya

  1. Merasa nyeri-nyeri pada sendi

Jika hal ini terjadi, segera rujuk pasien TBC ke Faskes terdekat dan PMO tetap harus mengawasi perkembangan efek samping yang dialami oleh pasien.

  1. Mengalami kesemutan/ rasa terbakar di bagian kaki

Jelaskan kepada pasien bahwa efek samping tersebut merupakan hal yang wajar dari salah satu jenis OAT dan PMO tetap harus mengawasi perkembangan efek samping yang dialami oleh pasien.

  1. Merasa gatal dan kemerahan pada kulit

Jika hal ini terjadi, hentikan pengobatan pasien dan segera rujuk ke Faskes terdekat.

  1. Menjadi tuli/ tidak bisa mendengar

Segera hentikan pengobatan pasien dan segera rujuk pasien TBC ke Faskes terdekat.

  1. Mengalami gangguan keseimbangan/ limbung

Hentikan pengobatan pasien dan segera rujuk pasien TBC ke Faskes terdekat.

  1. Mengalami perubahan warna kuning pada bola mata/ kulit

Hentikan pengobatan pasien dan segera rujuk pasien TBC ke Faskes terdekat.

  1. Mengalami gangguan pengelihatan

Hentikan pengobatan pasien dan segera rujuk pasien TBC ke Faskes terdekat.

Beberapa efek samping inilah menjadi salah satu penyebab pasien TBC putus berobat karena mereka takut jika hal-hal tersebut terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, PMO wajib membantu memonitor efek samping dari obat dengan tujuan agar dapat meminimalisir kemungkinan pasien merasa takut dan putus berobat. Efek samping OAT dapat dipantau dan diatasi, segera konsultasikan ke dokter ya SobatTOSS untuk mengatasi efek samping tersebut.

Berikut video "Edukasi Efek samping pengobatan TBC"

EFEK SAMPING OBAT TUBERKULOSIS APA SAJA ?


EDUKASI dan KAMPANYE TBC

Edukasi TBC dan Resistensi Obat

Berikut adalah video edukasi tentang TBC, ayooo segara lihat demi kesehatan bersama:

  1. IKBAL EDUKASI TBC
    Video ini menjelaskan secara lengkap tentang TBC, termasuk jenis-jenisnya seperti TBC resistan obat (TBC RO), gejala, penyebab, serta langkah-langkah pencegahan dan pengobatan.
    🔗 Tonton di sini
  2. Ayo Kenali TBC - Video Edukasi Puskesmas
    Disajikan oleh Puskesmas Prabumulih Timur, video ini membahas gejala TBC, pentingnya pengobatan yang tepat dan teratur, serta peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam proses penyembuhan.
    🔗 Tonton di sini
  3. EDUKASI TBC oleh M. Hafizh Fernanda
    Video ini memberikan informasi tentang penyebaran TBC, gejala, kelompok risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penularan.
    🔗 Tonton di sini

Penjelasan Singkat tentang TBC dan Resistensi Obat

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama minimal 6 bulan. 

Namun, jika pengobatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak tuntas, bakteri TBC dapat menjadi resisten terhadap obat, yang dikenal sebagai TBC resistan obat (TBC RO). Kondisi ini membuat pengobatan menjadi lebih sulit, memerlukan waktu yang lebih lama, dan menggunakan obat yang lebih kuat dengan efek samping yang lebih berat. 

INDIKATOR KEBERHASILAN PENGGUNAAN ETBCARE+

Keberhasilan penggunaan platform digital ETBCare+ untuk mendukung layanan tuberkulosis (TB) dapat diukur melalui beberapa indikator utama yang berfokus pada hasil nyata di lapangan.


Pertama, keberhasilan akan terlihat dari peningkatan tingkat kepatuhan pengobatan pasien TB. Dengan adanya fitur monitoring harian, pengingat minum obat, serta sistem reward sederhana, diharapkan lebih dari 80% pasien dapat mengikuti jadwal pengobatan mereka secara konsisten. Kepatuhan ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan terapi dan mencegah resistensi obat.

Kedua, indikator keberhasilan juga dapat diukur dari penurunan angka putus berobat. Dengan adanya telekonsultasi rutin, pencatatan efek samping secara digital, serta tombol darurat untuk meminta bantuan medis saat dibutuhkan, pasien akan merasa lebih didukung dan termotivasi untuk menyelesaikan pengobatannya hingga tuntas. Penurunan angka default ini akan berdampak langsung pada penurunan penularan TB di komunitas.

Ketiga, dari sisi tenaga kesehatan, penggunaan ETBCare+ diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja. Dengan dashboard digital yang terintegrasi, tenaga kesehatan dapat lebih mudah memantau kondisi pasien tanpa harus melakukan kunjungan fisik yang memakan banyak waktu. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengalokasikan waktu dan sumber daya secara lebih efektif, mempercepat proses pengambilan keputusan medis, dan meningkatkan jumlah pasien yang dapat mereka tangani.

Terakhir, tingkat kepuasan pengguna—baik dari pasien maupun tenaga kesehatan—akan menjadi tolok ukur penting keberhasilan platform ini. Melalui survei dan evaluasi rutin, ditargetkan bahwa lebih dari 85% pengguna merasa puas terhadap kemudahan akses, kecepatan layanan, serta kualitas interaksi yang diberikan ETBCare+. Tingginya tingkat kepuasan ini bukan hanya mencerminkan penerimaan positif terhadap platform, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan fitur tambahan di masa mendatang.

Dengan pencapaian keempat indikator ini, ETBCare+ diharapkan mampu menjadi inovasi digital yang benar-benar meningkatkan kualitas layanan tuberkulosis di Indonesia, membawa perubahan signifikan dalam penanganan pasien, serta mempercepat tercapainya eliminasi TB secara nasional.

APLIKASI BERMANFAAT UNTUK PENDERITA TBC

Bagi penderita TBC, penggunaan aplikasi kesehatan dapat sangat membantu dalam memantau pengobatan dan mendukung pemulihan. Berikut beberapa aplikasi yang dapat membantu penderita TBC untuk lebih disiplin dalam menjalani pengobatan serta memperoleh informasi terkait penyakit ini:

1. Lapor TBC 

Ini adalah platform digital gratis untuk masyarakat umum, khususnya bagi orang-orang yang terkena TB di Indonesia yang menyediakan akses pengguna ke:

- Informasi tentang TB dan pencegahan TB

- Informasi tentang hak-hak orang yang terkena TB

- Forum obrolan untuk orang yang terkena TB

- Lokasi pusat kesehatan (pusat DOT) yang menawarkan layanan TB

2. Sembuh TB 




“Sembuh TB”- Aplikasi smartphone Android Terbuka untuk Umum yang dirancang untuk meningkatkan kepatuhan minum obat bagi pasien Tuberkulosis di Indonesia. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan proses minum obat dengan memberikan pengalaman positif bagi pasien; menawarkan konsultasi virtual dari dokter & ahli gizi; mengirimkan pengingat jadwal kunjungan obat dan rumah sakit; pemberian informasi tentang gizi, kesehatan & penyakit; dan toko nutrisi & kesehatan penghubung (Produk Otsuka).

3. TPT

Cegah TBC adalah aplikasi komprehensif yang meningkatkan efektivitas penatalaksanaan tuberkulosis (TB) dan infeksi tuberkulosis (LTBI). Aplikasi ini menyediakan fungsionalitas berbeda untuk peran pengguna yang berbeda, sehingga menghasilkan alur kerja yang lancar dan manajemen pasien yang sangat baik.


4. Ni-kshay SETU 


Digital platform streamlining decision-making and care delivery in TB management

Ni-kshay SETU adalah platform digital inovatif yang dirancang untuk memberdayakan penyedia layanan kesehatan dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk perawatan dan manajemen Tuberkulosis (TB) yang efektif. Dikembangkan oleh Institut Kesehatan Masyarakat India Gandhinagar, dengan dukungan dari The Union di bawah proyek “iDEFEAT TB” yang didanai oleh USAID dan selaras dengan Program Penghapusan Tuberkulosis Nasional (NTEP) India, aplikasi ini menawarkan antarmuka yang kuat dan ramah pengguna, memungkinkan informasi pengambilan keputusan, peningkatan kapasitas, dan kepatuhan terhadap pedoman terbaru.

PENCEGAHAN TBC

 TBC Bisa Dicegah! 
Ini 8 Cara Efektif Melindungi Diri dari Penularan

1. Menjaga Jarak dengan Penderita TBC Aktif

Jika Anda tahu seseorang yang terinfeksi TBC aktif, usahakan menjaga jarak sekitar 1-2 meter dari orang tersebut, terutama saat mereka batuk atau bersin.

2. Menggunakan Masker

Penderita TBC aktif dianjurkan untuk memakai masker medis agar tidak menyebarkan bakteri ke udara. Bagi orang sehat, mengenakan masker di tempat umum atau di area yang memiliki ventilasi buruk bisa membantu mengurangi risiko penularan.

3. Tutup Mulut dan Hidung Saat Batuk atau Bersin

Jika Anda atau orang lain terinfeksi TBC, penting untuk menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan atau tisu saat batuk atau bersin. Setelah itu, segera buang tisu ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun.

4. Ventilasi yang Baik

Pastikan ruangan tempat tinggal atau tempat kerja Anda memiliki ventilasi yang baik. Udara yang segar dan sirkulasi udara yang lancar membantu mengurangi konsentrasi bakteri di dalam ruangan, sehingga risiko penularan menjadi lebih rendah.

5. Pengobatan yang Teratur

Bagi penderita TBC, sangat penting untuk mengikuti pengobatan dengan teratur dan sesuai anjuran dokter. Pengobatan yang tidak selesai atau tidak teratur dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat dan meningkatkan risiko penularan.

6. Cuci Tangan dengan Sabun

Selalu cuci tangan Anda dengan sabun setelah batuk, bersin, atau menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi bakteri TBC. Ini membantu mencegah penyebaran bakteri melalui permukaan yang sering disentuh.

7. Vaksinasi BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi TBC pada anak-anak. Meskipun tidak sepenuhnya mencegah TBC, vaksin ini dapat memberikan perlindungan terhadap bentuk TBC yang berat pada anak-anak.

8. Jaga Kesehatan dan Imunitas Tubuh

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat lebih sedikit berisiko terinfeksi TBC. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan yang baik, olahraga, dan tidur yang cukup untuk memperkuat sistem imun.

Sabtu, 26 April 2025

KENALI TBC

   

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, namun bisa juga menyebar ke organ lainseperti tulang, otak, dan kelenjar getah bening. 

            TBC menyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Oleh karena itu, penyakit ini    sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat dan ventilasi buruk.   

                        

Jika tidak diobati, TBC dapat menyebabkan kerusakan organ, kematian, atau bahkan menjadi TBC Resisten Obat – yaitu kondisi ketika obat standar tidak lagi efektif. 
Kelompok berisiko tinggi meliputi penderita HIV/AIDS, anak-anak, lansia, serta mereka yang tinggal satu rumah dengan penderita TBC aktif.

CARA PENULARAN TBC

Ini loh,cara penularan TBC...


TBC BISA DISEMBUHKAN

Berita baiknya, TBC bisa disembuhkan. Pengobatan berlangsung minimal selama 6 bulan dan harus dijalani secara rutin dan tuntas.

Namun, kepatuhan minum obat masih menjadi tantangan besar. Banyak pasien yang lupa, bosan, atau berhenti di tengah jalan karena merasa sudah sembuh. Inilah yang bisa memicu kekambuhan dan resistensi obat.


CARA MINUM OBAT TB (OAT) YANG BAIK DAN BENAR

  • Minum obat setiap hari pada waktu yang sama
  • Cara minumnya berbeda dari antibiotik lainnya dimana 4OAT tersebut diminum bersamaan 1 kali sehari. OAT jenis Isoniazid dan Rifampisin sebaiknya diminum saat perut kosong
  • Tempatkan obat di area yang mudah terlihat dan buat pengingat minum obat di ponsel Anda. Misal di taruh di kotak obat sebelah tempat tidur dan diminum setiap bangun di pagi hari
  • Untuk mengurangi efek samping mual dari OAT, buat prinsip makan menjadi “sedikit-sedikit tapi sering”. Misal mengurangi porsi makanan di 3 kali makan besar dan dialihkan ke 2 kali selingan di antara jam makan besar


Konsumsi obat TB pada anak maupun dewasa harus di jam yang sama setiap harinya, standarnya selama 6 bulan. Hal ini dikarenakan bakteri TB sangat kuat dan mati dengan sangat lambat.

Jika penderita tiba-tiba berhenti minum obat karena merasa gejala sudah hilang, bakteri TB akan tumbuh kembali dan lebih kebal sehingga obat menjadi tidak berfungsi dan pengobatan mengulang dari awal.

TARGET PENGGUNA

Peran/Tugas dalam Platform ETBcare+ 1. Pasien TB Registrasi dan Pemantauan: Pasien mendaftar, mengisi data diri, riwayat penyakit, dan mengu...